Observasi Adia masuk TK

Jadi hari ini, gue sama Bagol dijadwalkan untuk interview dengan kepala sekolah calon TK Adia plus observasi Adia juga. Jadi dari pagi gue sudah izin buat dateng siang ke kantor. Ihiy!
Kita udah datang tepat waktu yaitu pukul 8 pagi. Karena lokasi sekolahnya yang emang bukan di pinggir jalan, begitu turun dari mobil itu udaranya sejuk dan segaarrr banget... Alhamdulillah deh Adia bisa merasakan hal ini setiap pagi nantinya.

Dimulai dari gue dan Bagol interview dengan kepala sekolahnya. Kepala sekolahnya sendiri, seperti pengajar yang lain disini masih terlihat muda. Jadi seneng ngeliatnya hehe. Oiya sebelum interview, orangtua juga diminta untuk mengisi formulir dengan berbagai macam pertanyaan. Kayak misalnya pertanyaan siapa yang bekerja di rumah, jam berapa berangkat dan jam berapa pulang kantor, lalu anak nonton TV/Main gadget dibatasi atau enggak, ditemani atau enggak, anak suka membaca buku atau tidak dll.
Naahh pas interview langsung makin ditanya lg dengan pertanyaan yg lebih mendalam, kayak mainan apa saja yang dipunya di rumah, bagaimana tingkat kemandirian Adia, juga
"Bagaimana penerapan pelajaran agama di rumah?" #EHEM #TendangKakiImamKeluarga huahahhaa

Interview selesai, maka lanjut dengan observasi Adia dengan seorang psikolog. Dilihat dari berbagai aspek kayak komunikasi, motorik kasar, motorik halus dan sebagainya.
Justru observasi ini nih yang memakan waktu, Adia dari seneng, nguap karna bosen, seneng lagi, takut ampe akhirnya lega karna udah beres hahaha.  Gue sendiri sama Bagol mendampingi Adia di dalam ketika Adia sedang diobservasi. Sesekali Bagol keliatan khawatir dan kelepasan pengen membantu Adia untuk menjawab pertanyaan yang diberikan psikolognya -_____-

Observasi pertama Adia disambut dan ditanya tanya siapa namanya, rumahnya dimana dan sebagainya. Lalu Adia diminta untuk memukul kayu pake palu paluan gitu lo... lalu berganti permainan menjadi memasukkan kayu sesuai dengan bentuknya (Segitiga, Bujur Sangkar, Persegi Panjang dan Lingkaran). Sudah selesai Adia diminta untuk menyusun puzzle. Lalu membuat kalung (memasukkan beads ke dalam tali kalung), membuat berbagai bentuk dari balok kayu, ditanya nama berbagai macam hewan dan buah, menggunting sesuai instruksi, bermain sepeda, lempar tangkap bola lalu yg terakhir berjalan dengan penuh keseimbangan menyusuri titian besi.

So far Adia memang belum bisa fokus untuk melakukan hal itu semua, tapi gue bangga banget melihat Adia berusaha keras untuk bisa menyelesaikannya :')

Pada akhir observasi, sang psikolog bilang bahwa komunikasi Adia sudah bagus, dia gak pemalu dan terbuka sama kehadiran orang baru. Tapi motorik kasarnya perlu dilatih karena belum optimal. Kayak misalnya naik sepeda gowesnya belum kuat (padahal tiap sekolah naik sepeda lo!), masih takut dan gak mantap menyusuri besi titian, dan masih belum cukup kuat untuk memukul palu kayu (ih padahal kan palunya aja yang keras! #DENIAL hahahhaa)

Menyusun Puzzle 4 piece.

Memasukkan beads kalung berbagai bentuk. Sambil memasukkan kalung, psikolog jg sesekali bertanya itu bentuknya apa. Adia kadang jawab kadang enggak, kan lagi bikin kalung ya Adia ya gak bisa diganggu :)))

Hmmm bikin apa ya dari balok ini ?

Sambil bikin balok mulai ditanya tanya pengetahuan tentang nama binatang dan nama buah sayuran
Melatih keseimbangan di atas besi titian

Menggunting lingkaran yang ada di dalam kertas

Mulai bosen dan males. Abis ini dia nguap hahhaha

Seneng lagi pas diajak main lempar tangkap bola... Kegiatan favorit sama ayahnya tiap malem ini mah :D

Sudah selesai semua! Adia diberi hadiah sebuah botol yang bisa meniupkan bubble.

Fitting seragam TK! HIhihihi

Ada kejadian yang menurut gue lucu disini. Jadi ketika observasi menggunting yah, kan psikolognya mengeluarkan kertas putih lalu menggambar lingkaran berukuran sedang di tengahnya. Beliau memberikan instruksi  :
"Gunting lingkarannya ya!"
Kalo kita orang dewasa mungkin mengerti ya maksud psikolognya, gunting KERTASNYA sehingga tersisa lingkarannya yang bulat. Ya Adia diberikan intruksi begitu, bener bener digunting GAMBAR LINGKARANNYA hingga kertasnya terbelah dua kaann..
Ujungnya psikolog bilang, "kokk malah jadi terbelah duaa?"

LOH GIMANA SIHH IBU  :)))
#AbaikanSajaIbuYgGakTerimaAnaknyaDibilangSalah hahahhaa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Instagram