After 3 Months

So this is it. Nggak kerasa cuti melahirkan sudah selesai hari ini.
Besok kembali menjalani rutinitas naik KRL, kerja, plus ditambah mompa.
3 bulan ini... begitu menyenangkan. Cuti terbaik yang pernah gue jalani kalo boleh dibilang. Nggak ngerasain baby blues,  bisa melihat wajah Bagol, Adia dan Carra ketika membuka mata, memompa asi dan menghitung stoknya setiap pagi, menyiapkan keperluan kakak ke sekolah juga mengantar dan menjemputnya, beberes rumah, sesekali memasak jika Adia meminta terasa kayak... sebuah anugerah.
Its beyond happiness.

Dan ketika hal ini harus berakhir lebih ke 'sok semangat' tapi ternyata nggak begitu siap. hehe.
Its not like i dont like my job, i rarely complain about stuff, life has its obstacles i get it so much. Tapi berfikir kalo orang lain yg bakal mengurus mereka padahal seharusnya itu gue kok jadinya bikin patah hati. Ngebayangin bukan gue orang pertama yang Adia temui ketika dia melewati hari yg buruk kok bikin gue jadi nggak bahagia. Lalu Carra yang dengan mata dan pendengarannya selalu mencari suara gue dan tangisannya berhenti ketika gue yg merangkulnya bikin gue... rapuh setengah jiwa.

Gue dibesarkan oleh ibu bekerja. dan ada masa masa gue pengeeeenn banget ibu gue bisa di rumah dan ngedengerin cerita gue seharian. Rasanya jadi kayak sebuah hadiah ketika misalnya ibu gue bilang, "Besok ibu nggak kerja ya." gue inget saat itu gue hanya mau ngintilin kemana kaki beliau melangkah. Mau hujan, mau panas naik bis kota atau capek asal ibu ada, gue nggak peduli sama dunia.

Semoga Adia & Carra akan mengerti ya bahwa pada suatu hari semua  ini akan membawa artinya sendiri.
The world is not a wish-granting factory kalo kata Augustus Waters.

Thank you Kakak Adia for being a VERY supportive and caring sister along ibu maternity leave. No word can describe how proud i am with you.

and you... my beloved husband, Thank you for making me the happiest wife can be. :)



Bismillahirahmanirahhim.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Instagram