SD Adia

Gue udah mencari tahu tentang SD Adia sejak mungkin 4 tahun yang lalu. Karena pengalaman gue review TK Adia disini, maka kali ini , untuk keamanan dan kenyaman gue gak akan disclose nama SDnya yah.

Pencarian SD Adia ini mengerucut pada 3 Sekolah. Yang pertama adalah SD N, yang kedua adalah SD I dan yang ketiga adalah SD K.

Dari soal lokasi, SD N menang banyak... paling dekeeet dari rumah tinggal jalan kaki. Sekolah Dasar Islam ini pun terkenal dengan prestasi akademisnya di Depok. Namun pas gue dan Bagol melihat kesana, rasanya kok agak kurang sreg.

Pertama, karena 'umur' tidak masalah untuk mereka disini. Jika sang anak dirasa cukup mampu melewati tes calistung + hapalan surat yang ada, maka usia 5 tahun lebih sedikit pun boleh masuk SD. errr... 
Kedua, jam Sekolah yang gue rasa tidak efektif untuk anak kelas 1 SD. setengah 7 pagi sampe jam 2 siang. 
Ketiga, gurunya kurang ramah. Pada nggak semangat gitu lo, apa lagi pada capek kerja kali ya 😅😅
Pada akhirnya gue nggak bisa mengeksplor lebih lanjut karena mereka mewajibkan yang masuk area sekolah adalah yang berjilbab. Gue pun tidak tertarik untuk balik ke rumah ambil kerudung demi lebih melihat ke dalam 😄

Coret Sekolah N.

Lalu pilihan gue awalnya berimbang pada Sekolah I dan Sekolah K.
Sekolah I sudah gue incar dari dulu. Lokasinya tidak terlalu dekat seperti Sekolah N namun dapat ditempuh dalam waktu 10 menit jika naik mobil/motor. Gue pun sudah memasukkan Adia ke dalam waiting listnya... yaitu urutan ke 126 hahaha (Maka Carra yang waktu itu masih 2 bulan langsung gue masukkan waiting list juga dan dapat urutan ke 26). Sekolah I adalah Sekolah Pendidikan Holistik Berbasis Karakter pada 9 pilar karakter yang menjadi pondasi mereka. 9 Pilar tersebut adalah :

1. Cinta Tuhan dan segenap Ciptaan-Nya
2. Tanggung Jawab, Disiplin dan Kemandirian
3. Kejujuran/Amanah dan Diplomasi
4. Hormat dan Santun
5. Dermawan, Suka Menolong, dan Gotong Royong/Kerjasama
6. Percaya Diri, Kreatif dan Kerja Keras
7. Kepemimpinan dan Keadilan
8. Baik dan Rendah Hati
9. Tolerance, Kedamaian dan Kerja Keras

dan ini hanya visi misinya, metode pembelajarannya bagaimana bisa dibaca di website mereka kok.


Yang pada intinya, untuk mendukung semua itu, tidak ada tes calistung ketika masuk, bisa mendaftar pun setelah dipanggil oleh petugas administrasi, sekolahnya tidak ada PR, tidak ada ulangan namun digantikan oleh project akhir tahun, jam sekolahnya sesuai dengan umurnya (pukul 7.20 sampai 12.20 dimana 20 menit terakhir diisi oleh makan siang bersama dan shalat Dzuhur berjamaah, yang non muslim boleh pulang), tidak perlu membawa buku pelajaran (dan buku tulis) karena modul akan disediakan oleh sekolah, lalu gurunya... gurunya itu sangat hangaaatt sekali. Terlihat sekali bahwa mereka amat mencintai pekerjaannya menjadi guru. Selain sekolah, guru merupakan faktor yang sangat krusial menurut gue soalnya. Sekolah I ini mempunyai standar penerimaan dan seleksi yang ketat untuk seorang guru, Setiap guru yang mengajar di Sekolah I wajib mendapatkan lisensi mengajar yang bisa didapatkan sebelumnya dengan training, observasi dan magang pada Sekolah I itu sendiri.

Oke di tengah mantapnya gue pada Sekolah I, diperkenalkan lah gue pada Sekolah K. Lokasi hampir sama kayak Sekolah K sebetulnya, namun metode pembelajarannya yang beda banget.

Masuk ke Sekolah ini harus pake tes calistung, kondisi gedung sekolahnya clean, strict and modern. Mungkin karena Sekolah baru , murid paling tingginya pun masih kelas 4 SD. Gue suka gedung sekolahnya apalagi pas gue juga tahu bahasa pengantarnya adalah bahasa inggris, dimana minat Adia adalah hal itu sebetulnya. Mata pelajaran pun sangat terstruktur layaknya sekolah nasional plus lainnya. Ada ulangan tidak hanya per 6 bulan namun per bulan sesuai dengan tema apa yang dipelajari bulan itu. Ranking adalah sebuah kewajiban.

Namun gue mulai resah ketika gue tahu setiap tahunnya mereka akan mengikuti lomba akademis dan seleksi olimpiade, bahkan di setiap kelas ada sistem, "Star of The Week", dimana Anak yang mempunyai prestasi lebih dibanding yang lainnya namanya akan dipajang namanya sepanjang minggu. Aduhh.. gue takut banget Adia kepilih jadi star! huahahahahha #IyainAja

Sepengen pengennya gue melihat Adia cas cis cus berbahasa inggris dan melihat apa saja prestasinya setiap minggu sehingga membuat bangga, tetap gue merasa ada yang salah.

Everybody is genius. But if you judge a fish by its ability to climb a tree, it will live its whole life believing that its stupid - Albert Einstein

Sekolah Dasar adalah pondasi penting untuk pendidikan Adia, dan gue mau memulai semuanya dengan karakter yang baik yang akan membawanya ke potensi terbaiknya sebagai seorang manusia. Maka akhirnya gue memilih sekolah I.

Prestasi lainnya bisa menunggu, lagipula, dia masih punya banyak waktu untuk bersekolah setelah SD kan yaa 😗

Kelas Adia di hari pertamanya masuk SD. Letter U bentuknya. yang pasti bukan selalu guru yang ngomong, murid yang mendengarkan yang udah pasti kayak gue dulu entarnya, ngantuk :D

Gedung Sekolah Adia dan Suami saya yang jadi backgroundnya XD

WhatsApp dari Ibu guru sore ini. Gimana nggak tambah cinta kan, bawa Buku berat setiap hari itu bukan #EducationGoals! 😎


Pssstt ternyata, walau Sekolah I adalah Sekolah berbasis karakter, Akreditasinya dari Kemendikbudnas adalah A lo! Sekolah K sendiri karena masih sekolah baru, belum dapat akreditasi apapun 😊

Lalu akhirnya Carra juga bersekolah di Kelompok Bermain Sekolah I, tentu saja karna si copy paste ini kepengen ikut bersekolah di tempat yang sama kayak kakaknya 😅

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Instagram